Gubernur Agustiar Pastikan Warga Talawang Tak Sendiri Hadapi Dampak Karhutla

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat yang menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalteng Agustiar Sabran menyambangi warga Kecamatan Talawang, Kotawaringin Timur, Minggu (4/10/2026), sekaligus membawa bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Bacaan Lainnya

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan penanganan dampak karhutla berjalan dengan baik. Di tengah gangguan asap dan kondisi kemarau, kebutuhan pangan, air bersih serta dukungan kesehatan menjadi perhatian pemerintah.

Sebanyak 1.500 paket sembako diserahkan kepada masyarakat Talawang. Bantuan terdiri dari 1.000 paket pangan dan tambahan 500 paket yang diberikan oleh Gubernur. Penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari selama aktivitas warga masih terdampak karhutla.

Dukungan juga diberikan melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT) Huma Betang Sejahtera (KHBS). Sebanyak 847 keluarga penerima manfaat (KPM) memperoleh bantuan sebesar Rp250 ribu per keluarga.

Kebutuhan air bersih turut menjadi perhatian. Sebanyak 4.400 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat untuk membantu memenuhi kebutuhan harian di tengah kondisi kemarau dan dampak karhutla.

Warga juga menerima masker dan vitamin. Bantuan kesehatan ini diberikan sebagai dukungan bagi masyarakat yang beraktivitas di tengah kondisi kualitas udara yang terdampak asap.

Agustiar menegaskan pemerintah tidak boleh berada jauh dari masyarakat ketika warga menghadapi kesulitan. Kehadiran pemimpin, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata, mendengar keluhan warga dan mencari solusi berdasarkan persoalan yang terjadi di lapangan.

“Kalau masyarakat membutuhkan pangan, air bersih, kesehatan dan pendidikan, pemerintah harus hadir. Kita datang bukan hanya melihat, tetapi mencari jalan keluar,” tegas Agustiar.

Ia menyampaikan bahwa persoalan masyarakat tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha perlu membangun komunikasi agar kebutuhan warga dapat ditangani secara bersama-sama.

Agustiar juga menyoroti kewajiban perusahaan yang menjalankan aktivitas investasi di Kalteng. Kehadiran investasi diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar melalui pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR), program plasma dan kewajiban lainnya sesuai aturan.

Pemprov akan terus mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui dialog dan koordinasi. Setiap masukan dari masyarakat diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah yang dapat dilakukan pemerintah sesuai kewenangan.

Di tengah kondisi karhutla, Agustiar mengingatkan warga agar tetap menjaga kesehatan. Masyarakat diminta memanfaatkan masker dan vitamin yang telah dibagikan serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara tidak mendukung.

Ia juga mengajak masyarakat tidak saling menyalahkan ketika menghadapi persoalan. Penggunaan media sosial secara bijak menjadi bagian penting agar informasi yang beredar tidak menimbulkan keresahan.

“Kita ini petugas bapak dan ibu sekalian. Ketika masyarakat membutuhkan air bersih dan pangan, di situlah pemerintah harus hadir,” ucap Agustiar.

Sekda Kalteng Linae Victoria Aden menjelaskan bantuan pangan diberikan kepada warga terdampak karhutla, termasuk masyarakat yang belum menerima Kartu Huma Betang Sejahtera. Sementara penerima yang sudah terdata dalam program KHBS mendapatkan bantuan dalam bentuk tunai.

Linae memastikan masyarakat yang belum terdata tidak perlu khawatir. Warga masih dapat menyampaikan pengusulan melalui relawan, kepala desa maupun camat.

Setiap pengajuan akan diproses melalui verifikasi dan validasi. Mekanisme ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat menerima bantuan sesuai ketentuan.

“Jangan berkecil hati bagi yang belum menerima. Silakan melapor dan mendaftarkan diri. Jika hasil verifikasi menyatakan berhak, maka akan mendapatkan hak yang sama,” jelas Linae.

Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor mengapresiasi langkah Agustiar yang hadir langsung menemui masyarakat Talawang.

Ia menyambut baik bantuan yang diberikan karena menyasar kebutuhan mendasar warga di tengah dampak karhutla.

Halikinnor menyebut pangan dan air bersih menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan masyarakat selama kondisi lingkungan terdampak asap. Kehadiran pemerintah bersama bantuan yang dibawa diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

“Terima kasih Pak Gubernur. Kehadiran Bapak membawa bantuan yang memang langsung dibutuhkan masyarakat, terutama pangan dan air bersih,” kata Halikinnor.

Setelah kegiatan di Talawang, Agustiar bersama rombongan melanjutkan penyaluran bantuan kepada masyarakat di sejumlah wilayah Seruyan. Bantuan yang diberikan juga disertai distribusi ribuan liter air bersih.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya Pemprov menjaga kebutuhan dasar masyarakat di wilayah yang menghadapi dampak kemarau dan karhutla. Penanganan dilakukan dengan memperhatikan kondisi masing-masing daerah serta kebutuhan warga di lapangan.

Pemerintah juga terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan. Aspirasi berkaitan dengan pangan, air bersih, kesehatan, pendidikan, infrastruktur maupun kebutuhan dasar lainnya dapat disampaikan melalui jalur pemerintahan yang tersedia untuk kemudian ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

Agustiar mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga lingkungan dan mencegah munculnya titik api. Upaya penanganan karhutla membutuhkan kerja bersama agar dampaknya terhadap kesehatan, aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat dapat ditekan.

Pemprov bersama pemerintah daerah dan unsur terkait akan terus memperkuat koordinasi selama kondisi karhutla masih membutuhkan penanganan. Kehadiran bantuan sekaligus pelayanan di lapangan diharapkan dapat memastikan masyarakat tetap mendapatkan perlindungan dan perhatian pemerintah. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait