Gubernur Agustiar Sabran Tinjau Langsung Titik Karhutla di Barsel

FOTO Ist.: Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran memantau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Barito Selatan bersama tim gabungan.
banner 728x90

BUNTOK – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran turun langsung memantau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Selatan (Barsel). Peninjauan dilakukan bersama tim gabungan di sejumlah lokasi yang terpantau memiliki titik panas.

Bacaan Lainnya

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla di wilayah Barsel berjalan secara terpadu. Karhutla menjadi perhatian serius karena luas hutan dan lahan yang terbakar di Barsel hingga pertengahan September 2026 dilaporkan telah mendekati 700 hektare.

Kapolres Barsel AKBP Eko Mardianto mengatakan, penanganan karhutla diawali dari hasil pemantauan aplikasi Sipongi yang menunjukkan sejumlah hotspot dengan koordinat berdekatan di wilayah Kecamatan Dusun Selatan.

“Tim langsung melakukan ground check untuk memastikan kondisi di lapangan, 1kemudian dilanjutkan dengan pemadaman dan pendinginan,” ujar Eko Mardianto, Minggu (20/9/2026).

Operasi penanganan berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Personel gabungan menyisir sejumlah lokasi yang terpantau memiliki titik panas, di antaranya Jalan Raya Buntok-Palangka Raya kawasan Tugu Perbatasan Kapuas, Pondok Cinta Desa Madara, serta kawasan Masimpun Letter S, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.

Dalam peninjauan tersebut, Gubernur Agustiar Sabran melihat langsung kondisi kawasan yang terdampak karhutla sekaligus proses pemadaman dan penanganan yang dilakukan personel gabungan.

Peninjauan itu juga menjadi bagian dari upaya memastikan operasi di lapangan terus berjalan, terutama pada kawasan yang memiliki potensi munculnya kembali titik api. Kondisi lapangan yang masih rawan membutuhkan pemantauan dan penanganan secara berkelanjutan.

Operasi melibatkan sejumlah unsur, antara lain Polres Barsel, Polsek Dusun Selatan, Kodim 1012 Buntok, BPBD, Satpol PP, Damkar, Dinas Kesehatan, Manggala Agni, dan Dinas Perhubungan. Personel juga mengerahkan water cannon Polres Barsel serta berbagai peralatan pemadaman milik BPBD dan instansi terkait.

Eko menjelaskan, penanganan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebakaran yang terjadi sehari sebelumnya. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara yang masih berpotensi menimbulkan api baru.

“Pendinginan menjadi tahap penting setelah pemadaman, sehingga potensi munculnya kembali api dari bara yang masih tersisa dapat ditekan,” jelas Eko.

Hasil penanganan menunjukkan seluruh hotspot yang telah dilakukan ground check berhasil ditangani. Api berhasil dipadamkan dan kondisi di lokasi dilaporkan aman serta kondusif.

“Seluruh titik yang kami lakukan ground check sudah ditangani. Saat ini kondisi di lokasi aman dan kondusif,” pungkas Eko.

Meski seluruh titik yang diperiksa telah ditangani, pemantauan tetap dilanjutkan di kawasan rawan. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin kemunculan titik api baru sekaligus mencegah kebakaran kembali meluas.

Pemantauan menjadi penting karena kondisi kemarau dan keterbatasan sumber air di sejumlah lokasi dapat meningkatkan tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh unsur di lapangan terus diperlukan agar setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.

Penanganan karhutla di Barsel menunjukkan pentingnya respons cepat sejak titik panas terdeteksi, mulai dari verifikasi lapangan, pemadaman hingga pendinginan. Dengan seluruh hotspot yang telah diperiksa berhasil ditangani dan kondisi lokasi dinyatakan aman, pengawasan tetap menjadi kunci untuk mencegah munculnya kembali api serta membatasi perluasan kebakaran di wilayah rawan. (Red/Adv)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait