Kenaikan IHK November Tunjukkan Tekanan Harga Tetap Berlanjut di Kalteng

FOTO Ist.: Statistik Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman
banner 728x90

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah melaporkan inflasi month-to-month sebesar 0,19 persen pada November 2025. Peningkatan tersebut menunjukkan pergerakan harga yang masih perlu dicermati, terutama karena beberapa komoditas mengalami kenaikan cukup signifikan.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti melalui Statistik Ahli Madya BPS Kalteng, M. Taufiqurrahman mengatakan bahwa lonjakan harga pada komoditas pangan dan nonpangan menjadi pendorong utama pergerakan indeks harga pada bulan tersebut.

Ketua Tim Statistik Distribusi BPS Kalteng itu menjelaskan bahwa IHK Kalimantan Tengah naik dari 108,64 pada Oktober menjadi 108,85 pada November 2025. Menurutnya, perubahan IHK tersebut mengilustrasikan dinamika pasar yang tidak terlepas dari faktor musiman dan global.

Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya tercatat memberikan andil inflasi terbesar bulan November yakni 0,06 persen. Kelompok ini mengalami tekanan harga yang bersifat merata pada sejumlah komoditas.

“Komoditas penyumbang inflasi bulanan terutama ikan gabus sebesar 0,12 persen, emas perhiasan 0,06 persen, angkutan udara 0,04 persen, serta beberapa sayuran seperti terong, bayam, dan tomat masing-masing 0,04 persen,” ungkapnya dalam press release di Kantor BPS Kalteng, Senin (01/12/2025).

Inflasi year-on-year Kalimantan Tengah mencapai 2,56 persen, sedangkan inflasi year-to-date berada di level 2,07 persen. Angka tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga yang stabil namun tetap relevan untuk diwaspadai.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mendominasi kontribusi inflasi tahunan. Beberapa komoditas menjadi pendorong utama pergerakan harga dalam rentang satu tahun berjalan.

“Emas perhiasan memberikan andil signifikan yakni sebesar 0,60 persen, diikuti sigaret kretek mesin, beras, kopi bubuk, dan telur ayam ras,” terangnya lebih lanjut.

Dari empat kabupaten/kota IHK, Kapuas dan Palangkaraya mengalami inflasi month-to-month, sementara dua wilayah lain mencatat deflasi. Meskipun demikian, seluruh wilayah tetap mencatat inflasi year-on-year.

Ia menegaskan bahwa emas perhiasan dan terong menjadi komoditas dominan yang memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK. Tren ini memperlihatkan bahwa beberapa komoditas memiliki pola kenaikan harga lintas wilayah.

Tingginya curah hujan turut memengaruhi dinamika harga karena menurunkan hasil tangkapan ikan gabus dan merusak tanaman sayuran. Sementara harga emas perhiasan mengikuti pergerakan global, dan daging ayam ras mengalami penurunan akibat pasokan yang tinggi.

“Kondisi cuaca dan dinamika pasar global masih menjadi faktor utama yang memengaruhi pembentukan harga di Kalimantan Tengah sepanjang November 2025,” tandas Taufiqurrahman. (Red/Adv)

Pos terkait