Penggilingan Padi Modern di Kotim Dikebut, Agustiar Sabran Targetkan Hilirisasi Pertanian Kalteng Makin Kuat

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, meninjau pembangunan rice milling plant (RMP) atau fasilitas penggilingan padi modern di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (10/10/2026).

Bacaan Lainnya

Fasilitas ini ditargetkan rampung pada 2026 dan mulai beroperasi pada 2027 untuk memperkuat pengolahan hasil pertanian serta meningkatkan nilai tambah produksi padi di daerah.

Pembangunan RMP menjadi salah satu langkah untuk mendorong hilirisasi sektor pertanian di Kalteng. Melalui fasilitas penggilingan modern, hasil panen petani diharapkan dapat diolah di daerah sendiri sebelum dipasarkan, sehingga potensi ekonomi dari komoditas padi dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Dalam peninjauan itu, Agustiar menekankan pentingnya penyelesaian pembangunan sesuai target agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan. Keberadaan RMP diharapkan membantu mendukung proses pengolahan gabah, sekaligus menjadi bagian dari penguatan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Pembangunan ditargetkan selesai tahun ini dan mulai beroperasi tahun depan. Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung pengolahan hasil panen petani di Kalteng,” ujar Agustiar.

Ia menyampaikan, pengembangan fasilitas pengolahan harus dibarengi dengan upaya menjaga produktivitas pertanian. Ketersediaan hasil panen yang memadai menjadi faktor penting untuk memastikan kegiatan operasional RMP dapat berjalan secara berkesinambungan.

Menurut Agustiar, penguatan sektor hilir tidak cukup hanya dengan membangun sarana pengolahan. Produktivitas di tingkat petani juga perlu dipertahankan agar pasokan gabah tetap tersedia dan pemanfaatan fasilitas dapat berlangsung secara optimal.

“Pengolahan hasil panen padi diharapkan dapat dilakukan di Kalteng sehingga nilai tambahnya dapat dinikmati di daerah sendiri. Upaya ini juga perlu diimbangi dengan menjaga produktivitas sektor hulu agar produksi padi dapat berkelanjutan,” ungkapnya.

Kotim menjadi lokasi strategis pembangunan RMP karena merupakan salah satu daerah penghasil padi di Kalteng. Potensi pertanian di wilayah ini diharapkan dapat didukung dengan fasilitas pengolahan yang memadai, sehingga petani memiliki akses lebih baik untuk menangani hasil panen.

Selain melayani kebutuhan petani di Kotim, RMP juga diharapkan dapat menjangkau hasil panen dari daerah sekitar, seperti Kabupaten Katingan dan Seruyan. Dukungan fasilitas lintas daerah ini berpotensi memperluas akses pengolahan gabah sekaligus membantu meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian.

Keberadaan penggilingan padi modern juga diharapkan menjadi penunjang dalam menjaga kualitas hasil panen sebelum dipasarkan. Dengan pengolahan yang lebih memadai, rantai produksi padi diharapkan semakin kuat, mulai dari kegiatan budidaya hingga proses pengolahan menjadi beras.

Wakil Bupati Kotim, Irawati, menyambut baik pembangunan RMP di Kecamatan Teluk Sampit. Ia berharap fasilitas ini dapat mendukung pengembangan pertanian setempat, khususnya melalui peningkatan produksi padi dan pemanfaatan lahan pertanian secara optimal.

“Potensi lahan pertanian di Kotim, khususnya Teluk Sampit, perlu dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan produksi serta memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” tandas Irawati.

Pembangunan RMP di Desa Lampuyang diharapkan menjadi salah satu penunjang penguatan sektor pertanian Kalteng. Dengan dukungan sarana pengolahan dan produktivitas petani yang terjaga, fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil panen serta mendukung upaya menjaga ketersediaan pangan di daerah. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait