Maulid Nabi di Tanwirul Muslimin, Agustiar Tekankan Akhlak Santri dan Kepedulian Cegah Karhutla

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memperkuat akhlak dan karakter generasi muda. Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi bagian dari sejarah umat Islam, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun pribadi yang jujur, amanah, cerdas, serta berani menyampaikan kebenaran.

Bacaan Lainnya

Pesan itu disampaikan Gubernur Kalteng Agustiar Sabran saat menghadiri Peringatan Maulid Rasul sekaligus Milad Ke-2 Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin di Jalan Talawang Raya, Palangka Raya, Minggu (27/9/2026).

Di hadapan para santri dan jemaah, Agustiar mengingatkan bahwa Rasulullah SAW merupakan sosok pemimpin, pendidik, dan motivator sejati. Keteladanan yang ditunjukkan Nabi Muhammad SAW dapat menjadi landasan bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan, termasuk ketika menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Empat sifat utama Rasulullah SAW, yakni siddiq atau jujur, amanah atau dapat dipercaya, fathanah atau cerdas, dan tabligh atau menyampaikan kebenaran, menjadi nilai yang perlu ditanamkan sejak dini.

“Nilai-nilai inilah yang harus tertanam kuat di dalam dada anak-anakku para santri Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin. Masa depan Kalteng ada di tangan generasi muda,” ujar Agustiar.

Ia mengajak para santri untuk menjadikan pendidikan di pesantren sebagai bekal dalam membangun masa depan. Ilmu agama dan pendidikan karakter diharapkan berjalan beriringan sehingga generasi muda mampu memiliki pengetahuan sekaligus akhlak yang kuat.

Bagi Kalteng, keberadaan generasi muda yang berkarakter juga menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pembangunan. Para santri diharapkan mampu membawa nilai-nilai positif dari lingkungan pendidikan ke tengah masyarakat serta menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan dan kerukunan.

Dalam kesempatan itu, Agustiar atas nama Pemprov Kalteng menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin yang telah memasuki usia ke-2 tahun. Perjalanan dua tahun menjadi bagian dari proses pengembangan pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi para santri.

Agustiar berharap Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin terus berkembang dan mampu memberikan kontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu, memiliki akhlak mulia, serta peduli terhadap lingkungan sosial di sekitarnya.

Selain membahas pendidikan dan keteladanan Rasulullah SAW, Agustiar turut mengangkat persoalan Karhutla yang masih menjadi perhatian di Kalteng. Ia mengajak masyarakat memperluas makna rahmatan lil alamin dengan tidak hanya menjaga hubungan antarmanusia, tetapi juga memelihara alam.

Menjaga lingkungan, kata Agustiar, merupakan bagian dari kepedulian yang dapat diwujudkan melalui tindakan sehari-hari. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Upaya pencegahan Karhutla juga membutuhkan kerja sama seluruh elemen. Masyarakat diharapkan saling mengingatkan, memperkuat gotong royong, serta memberikan dukungan kepada petugas dan relawan yang menjalankan tugas pemadaman di lapangan.

Agustiar juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan istigfar agar Allah SWT menurunkan hujan yang merata di wilayah Kalteng. Harapan itu disampaikan bersamaan dengan ajakan untuk terus melakukan ikhtiar melalui langkah-langkah penanganan yang dilaksanakan pemerintah dan Tim Satgas Karhutla.

Persatuan menjadi salah satu pesan yang kembali ditekankan Agustiar. Dalam menghadapi persoalan bersama, termasuk Karhutla, diperlukan kekuatan kolektif agar penanganan dapat dilakukan secara lebih baik.

“Kalau kita tercerai berai, kita tidak akan kuat. Tapi, kalau kita bersatu, kita akan kuat,” pungkas Agustiar.

Sementara itu, Al Habib Syafiq Bin Ali Ridho BSA dalam ceramahnya menyampaikan bahwa Maulid Nabi merupakan kesempatan bagi umat untuk kembali melihat keteladanan Rasulullah SAW. Kehidupan Nabi Muhammad SAW mengandung banyak pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Allah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk benar-benar menjadi teladan bagi seluruh lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Pesan tentang akhlak, persatuan, kepedulian terhadap sesama, dan lingkungan menjadi bagian penting dalam peringatan Maulid Rasul di Pondok Pesantren Tanwirul Muslimin. Nilai-nilai itu diharapkan tidak berhenti dalam rangkaian peringatan, tetapi terus diwujudkan melalui perilaku dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait