Kemarau Panjang Mengancam, Gubernur Agustiar Pastikan Sumur Bor dan Air Bersih Terus Diperkuat

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemprov Kalteng terus memperkuat langkah menghadapi kemarau panjang yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih sekaligus meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah.

Bacaan Lainnya

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran mengatakan, pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi kondisi itu, salah satunya melalui pembangunan ratusan sumur bor yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.

Keberadaan sumur bor tidak hanya diarahkan untuk mendukung kebutuhan pemadaman karhutla. Sebagian fasilitas juga dirancang agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber air bersih, terutama di kawasan yang mengalami kekeringan dan keterbatasan pasokan air selama musim kemarau.

“Sumur bor yang kami bangun ada dua jenis. Satu khusus mendukung pemadaman karhutla, dan satu lagi untuk pemadaman karhutla sekaligus sebagai sumber air bersih bagi masyarakat,” kata Agustiar di Pangkalan Bun, Rabu (7/10/2026).

Kebutuhan terhadap sumber air alternatif masih ditemukan di sejumlah daerah. Dalam pertemuan bersama Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah, Agustiar mendapat informasi adanya permintaan pembangunan sumur bor di sekitar 15 lokasi.

Permintaan paling banyak berasal dari kawasan pesisir, khususnya Kecamatan Kumai. Kondisi ini menjadi perhatian karena masyarakat di wilayah pesisir juga menghadapi tantangan ketersediaan air ketika kemarau berlangsung dalam waktu panjang.

Menanggapi kebutuhan itu, Agustiar menginstruksikan Kepala Dinas Kehutanan Kalteng Agustan Saining untuk menindaklanjuti usulan pembangunan sumur bor.

Pemerintah ingin memastikan kebutuhan sumber air di lapangan dapat ditangani sesuai kondisi dan prioritas wilayah.

“Pasti kami hadir. Kalau ada permintaan, kami pastikan untuk membantu,” tegas Agustiar.

Di tengah upaya memperbanyak sumber air permanen, Pemprov Kalteng juga terus melakukan distribusi air bersih secara langsung kepada masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.

Hingga 6 Oktober 2026, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai lebih dari 7,02 juta liter. Penyaluran dilakukan sebagai bentuk respons terhadap kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Agustiar menyampaikan bahwa penanganan dampak kemarau dilakukan secara menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penyediaan air dan pengendalian karhutla, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan serta kebutuhan pangan masyarakat.

Dukungan yang disiapkan mencakup pemadaman karhutla, penyediaan air bersih, rumah oksigen, layanan kesehatan hingga bantuan pangan.

Berbagai program itu dijalankan agar masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan kebutuhan dasar selama menghadapi kondisi cuaca kering.

Penguatan sarana air sekaligus kesiapan menghadapi karhutla diharapkan dapat mempercepat respons pemerintah ketika terjadi keadaan darurat.

Di sisi lain, keberadaan sumur bor juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang membutuhkan sumber air di tengah ancaman kekeringan.

Pemprov Kalteng memastikan penanganan kemarau dan karhutla terus dilakukan dengan melibatkan perangkat daerah serta unsur terkait.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat dan mengurangi dampak kekeringan selama musim kemarau. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait