YKPTS Hadirkan Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Bagi Aktivis Mahasiswa

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Yayasan Kasih Penolong Terang Sejati (YKPTS) menggelar Pelatihan Kepemimpinan bertema “Kepemimpinan Transformasional dan Kolaboratif untuk Organisasi Mahasiswa” pada Minggu, 30 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan di Kalimantan Tengah yang datang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan mereka.

Bacaan Lainnya

Ketua YKPTS Petrus Tampu Bolon menjelaskan bahwa pelatihan ini disusun sebagai ruang penguatan diri bagi mahasiswa agar mampu membangun karakter kepemimpinan yang adaptif, berpikir maju, dan siap menghadapi perubahan besar dalam perkembangan sosial maupun teknologi.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk mencetak jiwa kepemimpinan dan kemandirian pemuda di Kalimantan Tengah. Kita ingin memastikan bahwa generasi muda di daerah ini siap menyongsong Indonesia Emas 2045—bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai aktor yang mampu membawa perubahan,” ujar Petrus Tampu Bolon, Minggu (30/11/2025).

Petrus menerangkan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki kemampuan menginspirasi dan memberdayakan lingkungan sekitarnya. Menurutnya, kepemimpinan transformasional menjadi nilai penting karena berfokus pada perubahan serta pengembangan potensi setiap individu dalam organisasi, sehingga menghasilkan arah kerja yang lebih progresif.

Ia menambahkan bahwa konsep kolaboratif juga menjadi aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam gaya kepemimpinan era modern. Kompleksitas tantangan masa depan hanya dapat dihadapi melalui kerja bersama yang melibatkan berbagai bidang ilmu, generasi, serta latar belakang organisasi.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat dicapai jika pemudanya memiliki kemandirian, kompetensi, dan visi jangka panjang. Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa mampu membangun pola pikir progresif, siap berinovasi, dan berani mengambil peran dalam pembangunan,” lanjutnya.

Kegiatan ini menghadirkan Tirta Yoga Panuntun, S.Pd, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Tirta menekankan pentingnya pemimpin transformasional dalam menciptakan perubahan nyata di organisasi. Ia menguraikan bahwa kepemimpinan harus dimulai dari visi yang kuat, keteladanan, serta kemampuan komunikasi yang jernih dan efektif.

Menurut Tirta, seorang pemimpin dapat menggerakkan organisasi dengan membangun relasi yang sehat serta menciptakan budaya yang mendorong kolaborasi. Ia menyatakan bahwa organisasi mahasiswa menjadi tempat ideal untuk melatih kemampuan tersebut karena struktur dan dinamika internalnya sangat relevan dengan tantangan nyata di lapangan.

Ia juga menyoroti bahwa kolaborasi memberi ruang bagi mahasiswa untuk menggabungkan berbagai sudut pandang, memperluas wawasan, dan menciptakan gagasan baru yang lebih inovatif. Pendekatan ini diyakini mampu melahirkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga rendah hati dan inklusif.

Pelatihan ini juga berisi diskusi, simulasi praktik, serta sesi studi kasus yang membantu peserta memahami bagaimana menerapkan teori kepemimpinan dalam pengelolaan organisasi mahasiswa. Para peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan strategi komunikasi, pemecahan masalah, dan koordinasi tim.

“Pelatihan seperti ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memperkuat keyakinan mahasiswa bahwa kepemimpinan adalah proses yang membutuhkan keberanian, ketekunan, dan visi jangka panjang demi kemajuan bersama,” tandas Petrus. (Red/Adv)

+ posts

Pos terkait