Hari Santri Jadi Momentum Doa Bersama, Ribuan Warga Kalteng Mohon Karhutla Segera Berakhir

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Ribuan masyarakat berkumpul di Masjid Raya Darussalam Palangka Raya untuk mengikuti istighosah dan doa bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Tingkat Kalteng Tahun 2026, Kamis (22/10/2026) pagi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan keagamaan ini menjadi momentum untuk memanjatkan doa agar ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kemarau panjang segera berakhir.

Gubernur Kalteng Agustiar Sabran bersama Wakil Gubernur Edy Pratowo turut hadir bersama lebih dari 3.000 peserta. Jemaah yang hadir berasal dari berbagai unsur, mulai dari kalangan pesantren, pengajar pendidikan Alquran, pengurus masjid hingga ASN.

Kehadiran ribuan peserta membuat Masjid Raya Darussalam dipenuhi suasana khusyuk. Doa bersama menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat Kalteng untuk memohon pertolongan dan keselamatan di tengah kondisi kemarau yang turut meningkatkan ancaman karhutla.

Dalam sambutannya, Agustiar Sabran mengajak seluruh peserta menjadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk memperkuat doa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Melalui istighosah ini, mari kita tundukkan hati, memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT, agar bencana karhutla segera diangkat dari Bumi Tambun Bungai,” ujar Agustiar.

Ia mengatakan, doa bersama perlu berjalan seiring dengan berbagai langkah penanganan yang dilakukan di lapangan. Pemprov Kalteng bersama unsur terkait terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di sejumlah lokasi.

Agustiar juga menyampaikan apresiasi kepada TNI/Polri, relawan dan masyarakat yang ikut mengambil peran dalam penanganan kebakaran. Kerja sama lintas unsur diperlukan agar upaya pengendalian karhutla dapat berjalan secara maksimal.

“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran TNI/Polri, relawan, dan seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Menurut Agustiar, ikhtiar menghadapi karhutla tidak hanya dilakukan melalui tindakan di lapangan. Doa juga menjadi bagian penting untuk memohon perubahan kondisi cuaca sehingga hujan dapat segera turun dan membantu proses pemadaman.

“Semoga hujan segera turun, api segera padam, kabut asap menghilang dan masyarakat Kalteng kembali dapat beraktivitas dengan aman dan sehat,” harapnya.

Kakanwil Kementerian Agama Kalteng H Muhammad Yusi Abdhian menyampaikan, kegiatan ini diikuti lebih dari 3.000 orang. Peserta terdiri dari ustadz dan santri pondok pesantren, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ/TK, imam dan marbot masjid serta ASN.

Rangkaian istighosah berlangsung dalam suasana khidmat dan dipimpin Rois Syuriah PW NU Kalteng KH Chairudin Halim. Peserta mengikuti pembacaan Surat Yaasin, istighosah dan sholawat, kemudian dilanjutkan dengan doa istighosah.

Selain doa bersama, peringatan Hari Santri juga diisi dengan kepedulian sosial melalui penyerahan bantuan pangan dari Pemprov Kalteng. Bantuan diberikan kepada masyarakat yang terdampak karhutla, di antaranya marbot, pemuka agama, ustadz dan ustadzah TPA/TPQ, guru pondok pesantren, guru PAUD/TK serta pengurus panti asuhan.

Kegiatan ini memperlihatkan semangat kebersamaan berbagai unsur masyarakat dalam menghadapi kondisi karhutla dan kemarau panjang.

Selain memperkuat ikhtiar penanganan di lapangan, doa bersama diharapkan menjadi penguat bagi masyarakat untuk melewati kondisi sulit hingga situasi kembali aman dan aktivitas warga berjalan normal. (*)

+ posts
banner 728x90

Pos terkait