Pemerintah Tingkatkan Populasi Ikan Lokal Demi Kesejahteraan Nelayan Bukit Batu

Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi
banner 728x90

PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya terus melanjutkan langkah-langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan dengan melakukan restocking benih ikan lokal di Danau Rigei, Kelurahan Tumbang Tahai, Kecamatan Bukit Batu. Program ini menjadi salah satu upaya besar untuk mengembalikan populasi ikan lokal yang mulai terdegradasi.

Bacaan Lainnya

Kepala Dinas Perikanan Kota Palangka Raya, Indriarti Ritadewi mengungkapkan bahwa restocking memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi perairan umum. Ia menilai bahwa stok ikan lokal berpengaruh langsung terhadap penghasilan nelayan yang menggantungkan hidup pada perairan Bukit Batu.

“Program restocking ini bukan hanya soal menebar benih, tetapi memastikan keberlanjutan sumber daya perikanan untuk masyarakat kita. Perairan yang sehat akan memberikan hasil yang baik bagi nelayan,” ujarnya, baru-baru ini.

Sebanyak 114.086 ekor benih ikan telah ditebar dalam kegiatan itu, terdiri dari bantuan 100.000 ekor dari BPBAT Mandiangin dan 14.086 ekor dari APBD Kota Palangka Raya. Jumlah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang untuk meningkatkan populasi ikan di kawasan perairan Bukit Batu.

Menurut Indriarti, perairan di Bukit Batu menunjukkan penurunan hasil tangkapan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, pemerintah merasa perlu melakukan intervensi agar keseimbangan ekologis tetap terjaga dan mata pencaharian nelayan tidak terdampak lebih jauh.

Ia menambahkan bahwa ketersediaan ikan yang cukup akan berdampak positif bagi UMKM pengolah ikan. Para pelaku usaha ini memerlukan bahan baku yang stabil agar dapat menjalankan usaha secara berkelanjutan. Dengan meningkatnya produksi ikan lokal, ekosistem ekonomi berbasis perikanan akan ikut berkembang.

“Restocking ini juga bagian dari menjaga ketahanan pangan. Jika produksi ikan naik, maka masyarakat mendapatkan gizi yang baik dan nelayan memperoleh tambahan pendapatan,” jelasnya.

Indriarti menekankan bahwa restocking hanya dapat berjalan optimal bila diikuti langkah-langkah penjagaan dan pengawasan yang konsisten oleh masyarakat. Praktik penangkapan ikan ilegal menjadi tantangan serius yang harus dihadapi secara bersama-sama.

Ia berharap warga sekitar Danau Rigei dan para nelayan dapat memastikan benih yang ditebar tidak mengalami gangguan sehingga dapat berkembang menjadi stok ikan dewasa.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga agar benih yang ditebar hari ini dapat menjadi stok ikan yang melimpah di masa depan,” pungkasnya.

Program restocking ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki kondisi ekosistem, tetapi juga untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Dengan ekosistem perairan yang sehat, kondisi ekonomi nelayan dan pelaku UMKM dapat terus meningkat secara bertahap. Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen untuk terus memperkuat sektor ini melalui program berkelanjutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Upaya ini menjadi fondasi bagi masa depan perikanan daerah,” tandas Indriarti. (Red/Adv)

+ posts

Pos terkait