Restocking Ikan Lokal Perkuat UMKM dan Ekonomi Nelayan Palangka Raya

banner 728x90

PALANGKA RAYA – Program restocking ikan lokal kembali menjadi fokus Pemerintah Kota Palangka Raya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keberlanjutan ekosistem perairan. Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menegaskan hal tersebut saat memimpin kegiatan restocking di Danau Rigei, Kelurahan Tumbang Tahai.

Bacaan Lainnya

Ia menyampaikan bahwa restocking bukan hanya aktivitas penebaran benih semata, tetapi merupakan bagian dari strategi pengelolaan perikanan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, terutama bagi nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan harian. Kecamatan Bukit Batu, yang memiliki 555 rumah tangga perikanan (RTP), menjadi salah satu wilayah yang sangat merasakan manfaat dari program ini.

“Nelayan adalah bagian penting dari penggerak ekonomi masyarakat. Dengan restocking, kita memastikan ketersediaan ikan tetap stabil sehingga pendapatan mereka juga meningkat,” ujarnya, baru-baru ini.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 114.086 ekor benih ikan ditebar. Sebagian besar merupakan bantuan dari BPBAT Mandiangin sebanyak 100.000 ekor, sedangkan 14.086 ekor lainnya didukung melalui APBD Dinas Perikanan Kota Palangka Raya. Penebaran ini sekaligus menjadi penguatan terhadap upaya menjaga keberlangsungan ikan lokal yang semakin diminati masyarakat.

Zaini menambahkan bahwa banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor pengolahan perikanan, sangat bergantung pada ketersediaan ikan lokal. Kelancaran suplai ikan tidak hanya menjaga aktivitas UMKM tetap berjalan, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi para pelaku usaha dan masyarakat nelayan di sekitarnya.

“Ketika bahan baku ikan tersedia, UMKM bergerak, nelayan mendapatkan hasil, dan ekonomi daerah ikut tumbuh. Ini yang kita harapkan dari program ini,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa manfaat restocking hanya akan optimal apabila masyarakat turut menjaga kawasan perairan dengan baik. Ia menekankan pentingnya pengawasan terhadap praktik penangkapan dan larangan penggunaan alat tangkap yang merusak habitat. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.

“Kita harus menjaga bersama agar stok ikan tetap ada. Ini bagian dari upaya kolektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Restocking di Danau Rigei menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya dalam memastikan ketersediaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Upaya ini dinilai sangat strategis karena tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Zaini menambahkan bahwa dengan adanya program seperti ini, pemerintah ingin memastikan bahwa ketahanan pangan dan ekonomi daerah dapat terus meningkat. Ketersediaan ikan lokal menjadi salah satu fondasi penting dalam mendukung berbagai lapangan usaha yang berkembang di Kota Palangka Raya.

Ia berharap melalui partisipasi bersama, restocking dapat menjadi program yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kita ingin ekosistem terjaga, nelayan sejahtera, dan UMKM terus tumbuh. Itu tujuan besar kita,” tandas Zaini. (Red/Adv)

+ posts

Pos terkait