BPS Catat Inflasi Bulanan Kalimantan Tengah Tembus 1,04 Persen

FOTO Ist.: Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti
banner 728x90

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah melaporkan inflasi month-to-month sebesar 1,04 persen pada Desember 2025. Inflasi ini berdasarkan hasil pemantauan Indeks Harga Konsumen di empat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah.

Bacaan Lainnya

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa Indeks Harga Konsumen mengalami peningkatan dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025.

“Pada Desember 2025, Kalimantan Tengah mengalami inflasi month-to-month sebesar 1,04 persen. Peningkatan ini tercermin dari naiknya Indeks Harga Konsumen dari 108,85 pada November 2025 menjadi 109,98 pada Desember 2025,” ujar Agnes, Senin (05/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa tekanan inflasi terbesar berasal dari kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 0,91 persen.

“Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi bulanan Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 0,91 persen,” ujarnya.

Menurut Agnes, komoditas yang dominan memicu inflasi bulanan meliputi cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, serta ikan gabus.

“Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month antara lain cabai rawit, daging ayam ras, bawang merah, beras, serta ikan gabus,” jelasnya.

BPS juga mencatat inflasi year-on-year Kalimantan Tengah pada Desember 2025 sebesar 3,13 persen, sejalan dengan inflasi year-to-date pada periode yang sama.

Agnes menyampaikan bahwa secara tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil inflasi terbesar, yakni sebesar 1,59 persen.

“Secara year-on-year, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan andil terbesar terhadap inflasi Kalimantan Tengah, yaitu sebesar 1,59 persen,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa emas perhiasan, beras, cabai rawit, sigaret kretek mesin, serta bawang merah menjadi komoditas dengan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan.

“Komoditas tersebut berkontribusi cukup besar terhadap inflasi tahunan Kalimantan Tengah,” ucap Agnes.

Pemantauan BPS menunjukkan bahwa seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan pada Desember 2025.

“Seluruh kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah tercatat mengalami inflasi baik secara bulanan maupun tahunan,” ujarnya.

Agnes menambahkan bahwa emas perhiasan dan cabai rawit menjadi komoditas yang konsisten memberikan andil inflasi bulanan di seluruh wilayah IHK.

“Komoditas emas perhiasan dan cabai rawit juga menjadi komoditas yang dominan memberikan andil inflasi bulanan di seluruh kabupaten/kota IHK,” katanya.

Ia menegaskan bahwa lonjakan permintaan pada momen Natal dan Tahun Baru, gangguan pasokan akibat Haul Guru Sekumpul, serta faktor cuaca menjadi penyebab utama inflasi Desember 2025.

“Naiknya permintaan pada momen Nataru, berkurangnya pasokan akibat peringatan Haul Guru Sekumpul, serta tingginya curah hujan yang menurunkan hasil produksi cabai rawit dan hasil tangkapan ikan menjadi faktor utama yang memengaruhi inflasi Desember 2025 di Kalimantan Tengah,” tandas Agnes. (Red/Adv)

Pos terkait